Senin, 17 September 2012

SAMUDERA BAKTI

Kelompok Ikan Hias Samudera Bakti (KNIH-SB) merupakan kelompok  nelayan ikan hias yang mempunyai  komitment kuat sebagai “Kelompok Nelayan Ikan Hias Tanpa Potas." KNIH-SB dibentuk sebagai kelompok binaan dalam program adaptasi perubahan iklim dilaksanakan di desa Bangsring-Banyuwangi yang diselenggarakan oleh Pelangi Indonesia dan dibantu oleh Lembaga Pilang. selain itu, kelompok ini juga di fungsikan sebagai kelompok pengawas kelautan, dan saat ini sudah menjadi mitra DKP Banyuwangi, DKP Situbondo, dan BPPP Banyuwangi.
Kelompok binaan ini diketuai oleh pemuda Bangsring yang sekaligus berprofesi sebagai pengepul ikan hias yaitu H. Ikhwan Arief,SHI. Sebagian besar pengurus yang terpilih dari kelompok ini berasal dari pengepul ikan hias, hal ini terjadi dikarenakan memang orang terpilih menjadi pengurus sudah terbiasa mengkoordinir mereka ketika bekerja sebagai ikan hias.
Pada awal proses pembentukkan kelompok anggota yang terdata sebanyak 86 orang termasuk dengan pengurus, hingga saat ini sudah menjadi 91 orang. Anggota ini terdiri atas 6 pengepul dan 85 nelayan ikan hias beserta penjaga selang kompresor (ABK). Jumlah 91 orang untuk suatu kelompok yang baru terbentuk merupakan hal yang tidak mudah kedepannya dalam mengkoordinir mereka.
Setelah kelompok ini mulai berjalan, kami memasukan kegiatan-kegiatan kami ke anggota kelompok tersebut, sehingga memudahkan kami dalam menyampaikan maksud dan tujuan program adaptasi ini untuk diterapkan didaerah mereka dan terhadap mereka.
Tantangan terberat diawal kinerja kelompok ini adalah membersihkan anggotanya dari pemakaian potasium dan cara-cara pemanfaatan laut yang tidak ramah lingkungan. Hal yang tidak mudah pula merubah cara tangkap ikan hias mereka yang terbiasa menggunakan potas yang sudah turun temurun sebanyak 3 generasi dan lagipula nelayan-nelayan didesa ini mempunyai sejarah asal mula berkembanganya pemakaian potas didaerah-daerah lain di Indonesia.
Semenjak terbentuknya kelompok KNIH-SB hingga kini, sudah berjalan dengan pesat walaupun secara administrasi kelompok masih perlu diditingkatkan. Dalam waktu 6 bulan berjalan, kelompok ini sudah mampu membersihkan 98% anggotanya dari pemakaian potas dan bahkan mereka juga ikut melakukan kampanye anti potas terhadap nelayan lainnya yang masih menggunakan potas